Kamis, 05 Desember 2013

Kaktus


Kaktus




Kaktus menjadi salah satu jenis tanaman hias yang cukup diminati. Selain mudah perawatannya, kaktus memiliki bentuk yang unik. Bahkan, ada banyak jenis kaktus yang sangat cocok untuk tujuan dekoratif. Berikut adalah lima jenis kaktus yang dapat mempercant

Kaktus menjadi salah satu jenis tanaman hias yang cukup diminati. Selain mudah perawatannya, kaktus memiliki bentuk yang unik. Bahkan, ada banyak jenis kaktus yang sangat cocok untuk tujuan dekoratif. Berikut adalah lima jenis kaktus yang dapat mempercantik rumah, seperti dilansir Boldsky.
Gymnocalycium
Gymnocalycium adalah salah satu jenis kaktus yang berbunga indah. Anda dapat menanam mereka dalam pot kecil. Gymnocalycium atau sering disebut kaktus dagu, merupakan genus kaktus dari Amerika Selatan. Kata gymnocalycium sendiri diambil dari bahasa Yunani yang berarti kelopak telanjang. Hal tersebut mengacu pada bantalan kuncup bunga yang tidak ditumbuhi duri sama sekali.
Pincushion cactus
Jenis kaktus ini memiliki duri yang halus. Mereka umumnya tumbuh dalam kelompok dan sangat minim perawatan. Pincushion cactus sendiri adalah nama umum yang diberikan kepada berbagai jenis kaktus kecil, yang memiliki bentuk menarik dan beragam. Anda dapat menemukan lebih dari 175 spesies kaktus kecil di seluruh dunia.
Ball cactus
Spesies ini memiliki bentuk seperti bola berduri. Ia tumbuh berkelompok dan bagus untuk digunakan sebagai tanaman hias. Kaktus ini tidak suka terkena sinar matahari secara langsung, sehingga Anda harus menaruhnya di tempat yang teduh.
Cereus tetragonus
Kaktus ini memiliki bentuk yang mirip dengan kastil dari negeri dongeng. Ada bagian yang tinggi dan pendek. Cereus tetragonus bisa digunakan sebagai tanaman pagar atau juga tanaman pot. Cereus tetragonus sendiri merupakan kaktus asli Amerika yang tingginya bisa mencapai 6 kaki atau hampir 2 meter.
Haworthia attenuata atau tanaman zebra
Ini mungkin adalah kaktus terbaik yang dapat tumbuh di dalam ruangan karena memiliki toleransi yang tinggi untuk kondisi cahaya yang rendah. Haworthia adalah genus tanaman sukulen kecil yang endemik di Afrika Selatan. Jenis tanaman ini umumnya menyerupai miniatur lidah buaya.

Tanaman kaktus dapat diperbanyak dengan menggunakan dua cara, antara lain :
1.Perbanyakan Generatif
Kaktus dapat diperbanyak dengan menggunakan biji yang telah diseleksi terlebih dahulu.

2.Perbanyakan Vegetatif
Perbanyakan vegetatif kaktus dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

a.Stek batang atau cabang
Perbanyakan ini bertujuan untuk memproduksi batang bawah.

b.Anakan
Jenis kaktus yang dapat diperbanyak dengan cara ini adalah kaktus yang berukuran bulat dan pendek.

c.Penyambungan (Grafting,Enting)
Prinsip penyambungan adalah menggabungkan dua jenis kaktus untuk memperoleh tanaman baru yang berkualitas baik dan memiliki harga jual yang tinggi.

Adapun metode penyambungan yang dilakukan antara lain:
- Metode sambung rata (Flat Grafting)
- Metode sambungan celah atau belah (Split Garafting)
- Metode sambungan serong (Side Grafting).
Media Tanam
Media tanam yang dapat digunakan untuk tanaman kaktus dapat dikombinasikan dengan bahan-bahan yang tersedia
- tanah porous
- pupuk organik/kompos matang
- pasir kasar, pasir kali,
- batu kapur bubuk
- potongan pakis
- arang kayu bubuk
(misal, pasir sungai bersih, humus tua, pupuk kandang/kompos matang, dengan perbandingan 2 : 1 : ½ ).

Media tanam alternatif yang dapat digunakan, antara lain :
a. Pupuk kandang
b. Sekam padi
c. Pasir

Penanaman kaktus dimaksudkan untuk memindah tanamkan bibit kaktus dari persemaian atau dari pot kecil ke pot besar untuk tujuan pemeliharaan secara permanen.

Pemeliharaan tanaman meliputi :
1. Penempatan pot tanaman
2. Penyiraman
3. Pemupukan
4. Sanitasi dan Repotting

Hama yang sering yang sering menyerang tanaman kaktus adalah :
1. Kutu sisik (Pseudococcus s.)
2. Kutu batok (Aspidiotus sp.)
3.Kutu wol (Dactylopius tomentosus).
Hama tersebut dapat dikendalikan dengan menggunakan insektisida dengan dosis yang disesuaikan dengan ketentuan Good Agribisnis Practises (GAP).

Kamboja

Kamboja


Bunga kamboja adalah salah satu jenis tanaman hias yang berasal dari dataran Amerika dan Afrika. Berdasarkan ciri bunga kamboja, saat ini terdapat lebih dari 50 jenis bunga kamboja telah teridentifikasi dengan baik berdasarkan sifat, habitat, maupun kandungan kimianya. Di habitat asalnya, kamboja merupakan jenis tanaman semak yang tumbuh liar di daerah gurun yang panas dan dapat hidup lama tanpa tergantung dari air hujan, bahkan bahkan usia tanaman ini dapat mencapai ratusan tahun. Hal ini karena tanaman kamboja dapat menyimpan air dengan jumlah cukup pada seluruh bagian tanaman, mulai dari bunga, batang, buah, dan akar.

Kamboja memang termasuk tanaman yang unik dan khas, selain tidak tergantung pada ketersediaan air, budidaya tanaman kamboja juga tak terlalu sulit. Cukup dengan memangkas daunnya agar terlihat rapi dan membersihkan dari tanaman pengganggu tanaman kamboja ini dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, usahakan tanaman kamboja  terkena sinar matahari langsung agar bunganya dapat tumbuh sempurna. salah satu hama utama tanaman bunga kamboja adalah sejenis serangga atau tungau yang berwarna merah, hijau tua, hitam, dan coklat muda. Serangga ini biasanya bersarang di bagian bawah daun atau ketiak daun, daun yang dihinggapi akan terlihat mengkerut dan berwarna kusam.


Ciri-ciri bunga kamboja yang jelas terlihat adalah bunganya yang beraroma khas dengan mahkota berwarna putih dan merah keunguan. Oleh karena aromanya yang khas tersebut sebagian masyarakat menganggap bahwa bunga ini memiliki kekuatan gaib. Ciri-ciri lainnya yaitu tanaman bunga kamboja mempunyai batang utama yang sangat keras, dan tingginya dapat mencapai lebih dari 6 meter sehingga tidak jarang dimanfaatkan sebagai bahan furnitur. Namun, cabang-cabangnya tergolong kayu lunak dan bergetah. Daun tanaman bunga kamboja berwarna hijau, berbentuk lonjong dengan urat daun terlihat menonjol, dan ujung daun yang meruncing. Namun, daun kamboja dapat rontok dengan cepat saat tiba musim berbunga. Biasanya tanaman kamboja dapat berbunga sepanjang tahun.

Di Indonesia pemanfaatan bunga kamboja belum banyak dilakukan, sebagian besar masyarakat hanya mengenalnya sebagai tanaman penghias di daerah pekuburan. Kecuali, pada daerah-daerah tertentu seperti di Bali, masyarakatnya telah memanfaatkan bunga kamboja sebagai pelengkap ritual untuk keagamaan karena dinyakini mempunyai kekuatan penyejuk jiwa, juga sebagai hiasan tubuh. Bila dibandingkan di negara maju, pemanfaatan bunga kamboja telah lebih dulu dilakukan. Pada dasarnya bunga kamboja ini termasuk jenis bunga yang dapat dimakan, seperti bunga turi dan pepaya. Selain itu ekstrak bunga kamboja berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit ringan. Di antaranya, meredakan gejala demam, melancarkan keluar air seni, mencegah diare, meningkatkan stamina, dan mengobati sembelit. Ekstrak bunga kamboja juga berfungsi sebagai sumber antioksidan, karena adanya senyawa antosianin dan flavonoid. Hal ini terlihat dari ciri-ciri bunga kamboja yang memiliki warna merah dan kuning.